Review Film :  Seaspiracy (Mengungkap Rahasia dibalik Lautan)


Hallo semuanya.. 
Perkenalkan nama saya adalah Meiscelano Makatita dengan NIM 20091102092. 
Sebelum saya masuk ke review dari film ini, saya ingin menyampaikan bahwa tulisan ini merupakan salah satu tugas di akhir semester dari salah satu mata kuliah. 

Secara singkat, saya bisa bilang bahwa film ini merupakan film dokumenter tentang lautan. Tetapi tentu saja itu tidak memberikan informasi secara spesifik. Apalagi lautan bukan hanya dihuni oleh satu makhluk hidup saja. Film yang tayang pada 24 Maret 2021 ini disutradarai oleh Ali Tabrizi yang tayang di Netflix. Ada baiknya ketika membaca ini kalian sudah menonton film tersebut, sayang banget kalau belum hehe 
 
Oke sebelum masuk ke inti dari review ini, Siapa sih Ali Tabrizi ? 
Jika dilihat di awal film Ali Tabrizi adalah seorang yang kagum dengan lautan.  Bagaimana Ia ketika kecil sering melihat pertunjukan laut dimana ada lumba-lumba, paus dan yg lainya. Ia juga mengaku bahwa Ia sangat terpesona dengan lautan sedari kecil hingga dewasa. Ia melihat bahwa lautan terdiri dari Ikan-Ikan yang beraneka ragam ditambah terumbu karang yang indah di bawah sana (lautan).

Jika diperhatikan kita juga setuju dengan apa yang dimaksud Ali Tabrizi. Keindahan bawah laut memang tiada duanya. Namun seiring berjalannya waktu, Ali Tabrizi segera menyadari bahwa bukan itu realita yang sebenarnya. Pandangan indahnya tentang lautan seketika hilang dan menjadi suatu hal yang mengerikan menurutnya. Memberikan donasi, bantuan, bahkan membantu mengurangi sampah di setiap pantai, tidak mengurangi permasalahan yang ada. Maka dibantu dengan sang istri, Lucy Tabrizy, yang juga membantu merekam Ali, pasangan ini mencari tahu kebenaran dibalik Lautan luas. 

Dimulai dengan berita-berita yang beredar pada waktu itu. Paus-Paus dengan jumlah yang terbilang banyak terdampar di bibir pantai dan setelah diselidiki ditemui sampah plastik di dalam perut ikan paus tersebut. Hal ini membuat Ali yakin bahwa hal ini merugikan populasi Ikan paus. Bahkan faktanya bukan hanya ikan paus akan tetapi seluruh penghuni lautan akan terkena dampaknya. 

Ali yang berusaha membantu dengan membersihkan sampah di beberapa pantai merasa kurang puas. Karena seperti yang kita ketahui masih banyak masyarakat (bahkan bisa saya bilang di seluruh dunia ) masih belum sadar akan pentingnya penggunaan plastik yang akan berdampak pada lautan kita. Setelah berusaha ternyata bukan hanya itu problem tentang lautan yang Ali ketahui. 

Setelah melihat berita tentang Perburuan Ikan yang dilakukan di Taiji, Cina Selatan, Ali semakin tertantang untuk mengetahui cerita sebenarnya.  Pemukulan lumba-lumba yang dilakukan, hanya karena dirasa dapat merusak jatah pendapatan ikan. Yang mana jika kita lihat hal ini sangat disayangkan karena sangat jelas terlihat bahwa perburuan ini dilakukan secara terus menerus tanpa memahami dampak buruk yang mungkin terjadi. 

Bahkan dalam film dokumenter ini, Ali mewawancarai beberapa orang/narasumber yang sangat paham tentang Ikan Paus bahkan Lautan. Dampak buruk yang akan mungkin terjadi dan sangat pasti terjadi adalah Punahnya populasi Ikan di lautan. Dalam film ini kita bisa lihat bahwa bukan hanya satu jenis ikan yang diburu secara besar-besaran. Paus, Lumba-Lumba, Hiu dan Ikan Tuna menjadi korban dari Perburuan yang dilakukan. 

Seperti yang kita ketahui Penjualan ikan (dalam hal ini seperti pengalengan)  membutuhkan jumlah ikan yang sangat besar. Hal ini merugikan karena dapat merusak ekosistem bahkan rantai makanan di laut. Hiu dan Paus yang diambil dari lautan setiap hari bahkan setiap tahun, dengan jumlah mencapai ratusan bahkan miliaran sangat berpotensi punah. 

Hal ini sangat disayangkan karena saya juga mendapat wawasan baru setelah menonton film ini. Hiu dan paus  yang meskipun sangat berbahaya bagi manusia, ternyata memiliki peran besar untuk kita. 
Maksudnyaaa ? 

Ok jadi gini Paus dan Hiu bahkan hewan-hewan lainnya memilki kemampuan untuk menangkap karbon yang ada dan mengolah karbon itu untuk menjadi oksigen. Yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup. Gak usah ngeyel dan bilang 'Kan masih ada hutan?' karena nyatanya Bumi memilki daerah lautan yang luasnya mencapai 71% yang bearti 361,1 juta kilometer persegi. Artinya lagi bahwa Lautan juga menyumbangkan oksigen dalam jumlah yang lebih besar jika dibandingkan dengan hutan atau daratan di bumi . 

Penyumbangan oksigen itu sangat dibantu oleh peran hiu, paus dan hewan- hewan lainnya. Semua hunian di laut sangat terhubung. Jika para nelayan atau penjaring ikan mengambil ikan dengan jumlah yang besar menggunakan kapal, hal itu berpotensi merusak terumbu karang. Nah jika terumbu karang rusak pun gak baik kan, karena artinya dapat berdampak hilangnya kehidupan di lautan. Namun apa jadinya jika sampah jangkar plastik dibuang saja di lautan ? 

Meskipun Ali berusaha dengan mewawancarai beberapa narasumber, banyak dari mereka masih tidak terbuka akan hal ini. Sebut saja para pekerja di Taiji yang menyuruh Ali untuk mematikan kamera karena tidak ingin divideokan. Para penjual sirip Hiu yang marah ketika Ali blak-blakan merekam, hingga Ali harus menyembunyikan kameranya. 

Dari semua hal ini dapat dikatakan bahwa manusia telah sangat merusak bumi, khususnya lautan. Terdapat beberapa jalan keluar yang dapat dilakukan. Mengurangi penggunaan plastik, Larangan pembuangan sampah di laut, Mengurangi perburuan besar-besaran, bahkan penghentian konsumsi ikan.  
 
Hal ini secara sadar harus dilakukan oleh manusia. 
Salah satu narasumber yang diwawancarai oleh berkata " Humans can not live with dead sea" 
Artinya Manusia Tidak dapat bertahan hidup dengan laut yang mati. 

Film Ini sangat amat direkomendasikan kepada kita untuk memahami bahwa  bukan hanya kita makhluk yang ada di bumi, so don't be greedy. Hiu, Paus, Lumba-lumba memilki peran yang penting untuk kelangsungan hidup kita. 

Terima Kasih untuk Ali Tabrizi larena membuat film sebagus ini, banyak pelajaran baru yang bisa kita (saya) ambil bahwa Lautan sangat memiliki peran penting, dan rahasia tersembunyi dibalik itu. 

Jika tulisan ini memilki banyak kekurangan mohon dimaafkan,salah-salah kata yang tertera mohon dimaafkan, ini pertama kalinya saya membuat blog hehe...

Salam 🌹



 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Just unbothered and nothing ~